❖ Mobile Site ❖ Join Mailing list ❖ Can you translate? RSS feed

Mario Joseph – Dari Seorang Imam Menjadi Seorang Kristen

Saya ingin memperkenalkan mantan Imam Muslim, Mario Joseph yang menjadi seorang Kristen setelah mempelajari Alquran. Ini berawal dari seseorang yang bertanya tentang siapa Yesus.

Ia mencoba menemukan Yesus dalam Alquran dan membandingkan Yesus dengan Muhammad. Segera ia menemukan bahwa Yesus lebih unggul daripada Muhammad. Setelah ia menjadi Kristen, keluarganya mencoba membunuh dia tetapi Allah memperkenankan dia untuk lari meluputkan diri dari situasi itu.

Anda dapat menonton video youtube di sini atau membaca kesaksiannya di bawah ini:

 

Mario Joseph berbicara:

Awal Kisah

Kakek buyut saya berasal dari Turki, tapi mereka datang dan menetap di India di bagian selatan, Kerala.

Ketika saya masih di dalam rahim ibu, ibu saya mengalami infeksi di dalam rahimnya.

Semua dokter mengatakan, "Anak akan mati di dalam kandungan."

Ibu saya tidak menerima anjuran siapa pun.

Dia pun berdoa kepada Allah, dengan berseru, "Allah, Engkau adalah pemilik hidup ini, jadi saya tahu

Engkau dapat menganugerahkan kehidupan.

Jika Engkau menganugerahkan kehidupan kepada bayi ini, saya akan menyerahkan bayi ini kepada Allah.

Itulah doa persembahan ibu saya. Atau penyerahan jiwanya.

Dan ajaibnya, saya pun lahir.

Semua orang sudah memastikan bahwa saya akan mati di dalam kandungan.

Itu karena saya telah dipersembahkan untuk Allah.

Sementara saya bekerja di mesjid muslim sebagai seorang Imam, atau seperti pastor paroki / pendeta sidang, pernah saya berkhotbah di daerah saya bahwa Yesus Kristus bukanlah Allah. Bagi saya, Tuhan itu hanya Allah, dan saya percaya Allah tidak pernah menikah, jadi tidak ada anak-anak dari Allah.

Jadi saya berkhotbah di sana bahwa Yesus bukan Tuhan.

Kemudian ada seseorang di antara kerumunan bertanya, "Siapakah Yesus?" Mungkin yang bertanya ini

adalah seorang muslim, tapi ia bertanya, "Siapakah Yesus?"

Saya berkhotbah bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah,

"Siapakah Yesus itu?"

Menyelidiki Alquran

Untuk mengetahui siapa sebenarnya Yesus, saya membaca seluruh isi Alquran sekali lagi:

Di dalam Alquran terdapat 114 bab, Ketika saya membaca seluruhnya, saya menemukan nama Nabi Muhammad pada 4 tempat dari Alquran, sementara nama Yesus saya temukan di 25 tempat dalam Alquran.

Kenyataan ini sendiri membuat saya sedikit bingung.

Mengapa Alquran memberikan lebih banyak prioritas kepada Yesus?

Dan hal kedua:

Saya tidak bisa melihat nama wanita mana pun di dalam Alquran:

Apakah itu nama ibu Nabi Muhammad, atau nama istrinya atau nama anak-anak, tidak ada satu pun.

Di dalam Alquran, hanya ada satu nama wanita yang saya temukan:

Itulah Mariam, ibu Yesus. Ya, ibu Yesus.

Tidak ada nama wanita lain.

Dan selanjutnya tentang Yesus, ketika saya membaca pasal 3 ayat 45 sampai ayat 55, ada 10 hal yang

Alquran singgung tentang Yesus.

Hal pertama yang disebutkan dalam Alquran adalah: (dalam bahasa Arab)

Kata bahasa Arab ini berarti "Firman Allah."

Dan hal kedua adalah: (dalam bahasa Arab) yang berarti "Roh Allah" dan yang ketiga berarti "Yesus Kristus"

Jadi Alquran memberikan nama bagi Yesus:

Firman Allah, Roh Allah, Yesus Kristus.

Kemudian Alquran mengatakan bahwa Yesus berbicara ketika ia masih sangat kecil, saat berumur 2 hari setelah kelahirannya, ia mulai berbicara.

Alquran mengatakan bahwa Yesus menciptakan burung yang hidup dari lumpur.

Dia mengambil lumpur, lalu membentuk burung, dan saat ia menghembuskan napas ke dalamnya, lumpur itu menjadi burung yang hidup.

Jadi saya berpikir bahwa Yesus bisa memberikan kehidupan. Dia memberi kehidupan kepada lumpur, tanah liat.

Kemudian Alquran menyatakan bahwa Yesus menyembuhkan seorang pria yang terlahir buta dan seorang pria dengan sakit kusta, dll.

Anehnya, Alquran juga mengatakan bahwa Yesus menghidupkan orang mati;

Yesus pergi ke surga, Dia masih hidup, dan Dia akan datang lagi.

Ketika saya melihat semua hal ini dalam Alquran, yang saya pikirkan adalah apa yang Alquran katakan tentang Muhammad.

Perlu Anda ketahui bahwa menurut Alquran, Nabi Muhammad itu bukan Firman Allah, dan bukan Roh

Allah, ia tidak pernah berbicara saat ia berusia 2 hari.

Ia tidak pernah menciptakan seekor burung pun dengan lumpur, tidak pernah menyembuhkan satu pun orang sakit, tidak pernah membangkitkan orang mati, bahkan dia sendiri juga mati, dan menurut kepercayaan Islam, nabi Muhammad tidak hidup sekarang ini, dan dia tidak akan datang kembali.

Jadi ada banyak perbedaan antara kedua nabi tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa saya sebelumnya tidak menyebut Yesus itu Tuhan.

Yang saya ketahui adalah "Yesus itu seorang nabi, tetapi ia adalah seorang nabi yang lebih besar dari Muhammad".

Jadi suatu hari saya pergi ke guru saya, yakni orang yang mengajari saya 10 tahun di Perguruan Tinggi

Arab, dan saya bertanya,

"Guru, bagaimana Allah menciptakan alam semesta?" Lalu dia menjelaskan, "Allah menciptakan alam semesta melalui firman."

MELALUI FIRMAN

Lalu pertanyaan saya selanjutnya: "Firman" itu adalah pencipta atau ciptaan?

Ini harus jelas. Pertanyaan saya adalah apakah Firman Allah itu adalah Pencipta atau ciptaan.

Alquran mengatakan bahwa Yesus adalah Firman Allah. Jika guru saya mengatakan bahwa Firman

Allah adalah Pencipta, yang berarti Yesus adalah Pencipta, seyogianya umat Islam harus menjadi Kristen.

Misalkan saja jika guru saya mengatakan Firman adalah ciptaan, niscaya ia akan terjebak. Anda tahu kenapa? Dia mengatakan segala sesuatu diciptakan melalui Firman.

Atau misalkan jika ia mengatakan Firman adalah ciptaan, maka bagaimana Allah menciptakan Firman?

Dia tidak bisa mengatakan bahwa Firman adalah ciptaan, jadi dia pasti sangat berang sehingga mendorong saya keluar dari kamarnya dan berkata,

"Firman bukan Pencipta atau ciptaan, Anda keluar dari sini" katanya.

Jadi ketika saya mengatakan itu, saya katakan kepada guru saya, "Firman bukan pencipta, dan bukan pula ciptaan" itu sebabnya kaum Kristen mengatakan Firman adalah Anak Allah.

Maka dia mengatakan kepada saya jika ada anak Allah, saya harus menunjukkan kepadanya istri Allah.

Tanpa istri, tidak ada kemungkinan untuk memiliki seorang anak.

Kemudian saya menunjukkan sebagian dari apa yang tertulis di dalam Alquran, yang mengatakan bahwa Tuhan bisa melihat tanpa mata, Tuhan dapat berbicara tanpa lidah, Tuhan bisa mendengar tanpa telinga, demikian seperti yang tertulis dalam Alquran.

Saya mengatakan kalau memang seperti itu, Tuhan bisa memiliki anak tanpa seorang istri. Jadi di sana kami terlibat dalam perdebatan seru, dan Anda tahu pada akhirnya apa yang saya lakukan?

Saya mengambil Alquran saya, menempelkannya ke dada saya dan berkata: "Allah, katakan pada saya apa yang harus saya lakukan, karena Alquran yang Tuhan berikan mengatakan bahwa Yesus masih hidup, sementara Muhammad sudah tidak ada lagi. Katakan pada saya, Tuhan, siapa yang harus saya terima".

Setelah saya berdoa, saya membuka Alquran. Saya tidak bertanya pada siapa pun, saya bertanya hanya kepada Allah saya.

Ketika saya membuka Alquran, saya melihat pasal 10 ayat 94. Anda tahu apa yang dikatakan dalam ayat Alquran itu?

(Kutipan Arab)

Jika kamu memiliki keraguan dengan Alquran yang Aku berikan kepada kamu, pergi dan bacalah

Alkitab atau tanyakan pada orang-orang, yaitu mereka yang membaca Alkitab.

Kebenaran sudah terungkap dalam ayat ini.

Jadi, jika Anda bertanya kepada saya siapa yang membuat saya menjadi seorang Kristen, itu bukan seorang romo atau pastor; itu bukan suster-suster; itu bukan seorang uskup mana pun, dan bukan pula seorang kardinal; atau bahkan Paus sekalipun, melainkan justru Alquran yang membuat saya menjadi Kristen.

Jadi setelah membaca ayat ini, saya pun memutuskan untuk mempelajari Alkitab, dan saya pergi ke pusat retret yang bernama Pusat Retret Ilahi yang ada di India.

Mulai Mempelajari Alkitab

Dan setelah itu ketika saya sedang menekuni studi Alkitab, ada banyak hal dalam Alkitab yang menggugah hati saya.

Hari pertama, pastor membaca Yohanes pasal 1 ayat 1 dan seterusnya:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Firman itu telah menjadi manusia."

Jadi Alquran suci saya mengatakan bahwa Yesus adalah Firman Allah, sekarang Alkitab (Kitab Suci) juga mengatakan bahwa Yesus adalah Firman Allah.

Jadi saya menemukan bahwa keduanya sangat mirip dan saya senang mengetahui bahwa saya membutuhkan Alquran dan saya juga membutuhkan Alkitab, dua-duanya saya butuhkan.

Perlu Anda ketahui, saya berada dalam suasana hati seperti, suatu hari saya menjadi Kristen, suatu hari menjadi Muslim, satu hari menjadi Kristen, Anda tahu ini?

Saya membutuhkan keduanya.

Sementara saya berpikir seperti itu, sekali lagi satu firman lagi yang saya dengar, yaitu dalam Yohanes pasal 1 ayat 12

Betapa indahnya firman ini bagi saya karena seperti yang tertulis dalam Alkitab bahwa jika siapa saja menerima Yesus, Yesus akan memberi mereka kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam semua ayat Alquran, Allah menyebut manusia budak atau hamba, dan

Allah adalah tuannya. Tuan tidak bisa mengasihi hamba atau budak, demikian pula hamba atau budak tidak bisa mengasihi sang tuan.

Saya tidak suka dipanggil oleh seseorang sebagai budak. Alquran mengatakan kamu adalah hamba atau budak-Ku.

Menemukan seorang Ayah, menemukan sang Putra

Akan tetapi ketika saya mendengar Yohanes pasal 1 ayat 12, dikatakan bahwa "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"

Maka seketika itu juga saya katakan bahwa saya membutuhkan Yesus, karena saya ingin menjadi anak

Allah. Di sana saya mulai memanggil Tuhan, "Ayah" (Papa).

Setakat itu saya tidak pernah tahu bahwa saya bisa memanggil Allah "Ayah". Yesus mengajarkan doa dalam bahasa Aram (Kutipan dalam bahasa Aram)

"Bapa kami yang ada di surga" "Abbun" demikian seru Yesus. Dalam bahasa Arab, “Abbun” berarti "Ayah kami"

Dan jika Anda bertanya kepada saya, saya tidak bisa mengungkapkan kegembiraan saya setiap kali saya memanggil Allah dengan sebutan ‘Ayah’ saya, Anda tahu kapan saya menyebut Allah dengan "Ayah".

Dan setiap kali saya berpikir bahwa Pencipta alam semesta adalah Ayah saya, saya merasakan semacam sukacita yang tidak bisa saya ungkapkan.

Ini di luar pengalaman ... dan saya tidak bisa menjelaskan.

Hanya Anda yang dapat memahami melalui pengalaman. Jadi saya benar-benar suka untuk memanggil

Allahku dengan sebutan ‘Ayah.’

Di sana saya memutuskan untuk menerima Yesus.

Menderita demi Yesus

... dan ketika akhirnya ayah (jasmaniah) saya datang ke sana, suasananya sangat mengerikan karena dia memukuli saya hingga sangat parah, dan saya mengalami pendarahan dari hidung, dan saya tidak sadarkan diri dan kemudian dia membawa saya pulang ke rumah.

Saya tidak tahu bagaimana bapa saya membawa saya pulang, tapi entah bagaimana ia membawa saya pulang karena saya tidak sadarkan diri.

Ketika saya siuman, saya mendapatkan diri berada di sebuah ruangan kecil tanpa sehelai benang pun, saya sama sekali telanjang dan tangan dan kaki saya dirantai sangat kuat, dan saya bahkan tidak bisa berbicara karena ada bubuk cabai di mulut, hidung, dan mata saya.

Anda tahu, di mana pun ada luka di kulit tubuh saya, di situ pun mereka telah menabur bubuk cabai. Ini bertujuan untuk membakar saya.

Mereka telah melakukan sebegitu jauh karena ada tertulis di dalam Alquran di 18 tempat untuk bertarung dengan orang-orang yang tidak percaya atau tidak seiman, dan ada tertulis juga di beberapa tempat untuk membunuh orang yang menolak Islam.

Seperti itulah ayah saya mematuhi hukum Alquran. Jadi dia ingin melakukan sesuatu. Dalam beberapa hari mereka tidak memberi saya makanan atau air, dan saya mengalami dehidrasi, dan Anda tahu, ketika bibir saya pecah-pecah, dan saya mencoba untuk menjilat sedikit darah yang mengucur dari tubuhku untuk membasahi tenggorokan saya, datanglah saudara saya lalu mengencingi mulut saya.

Mereka mengatakan itu adalah hukuman bagi engkau karena percaya kepada Kristus. Dan kemudian, setelah berhari-hari berlalu, dalam kondisi tanpa makanan dan air, perut saya seperti terlilit, dan tubuh saya menjadi lemah, dan saya menjadi seperti bayi yang baru lahir.

Akhirnya saya bahkan kehilangan daya ingat. Saya bahkan tidak bisa berpikir, karena tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke perutku. Jadi, saya seperti orang mati saja. Saya tidak tahu sudah berapa hari berlalu setelah 20 hari saya berada dalam ruangan itu.

Dan suatu hari ayah saya masuk ke kamar dan dia melepaskan rantai saya sementara saya tidak terjaga.

Lalu ia mencekik leher saya dengan kuat sekali untuk memastikan apakah masih ada kehidupan di dalam tubuh saya. Jadi ketika dia mencekik leher saya dengan sangat kuat, saya tidak bisa bernapas.

Jadi ketika saya membuka mata, saya dapat melihat pisau besar di tangannya.

Kebebasan

Kemudian ayah saya berkata "sekarang adalah saat terakhir kamu. Tidak ada harapan lagi" Dia melanjutkan, "Jika engkau membutuhkan Allah, saya akan membiarkan engkau hidup, tapi jika engkau membutuhkan Yesus, saya akan membunuhmu".

Saya tahu hal itu, Anda tahu, ketika saya masih di dalam rahim ibuku, semua orang mengatakan saya akan mati tetapi mereka sangat mencintai saya dan mereka berdoa supaya saya bisa hidup tapi sekarang mereka ingin membunuh saya.

Jadi, saya tidak tahu dan ... saya kenal baik siapa ayah saya; dia pasti akan membunuh saya.

Jadi ketika saya tahu bahwa itu saat terakhir saya di ambang kematian, saya berpikir Yesus juga mati, tetapi Dia akan datang kembali.

Anda tahu, jika saya percaya pada Yesus dan mati, saya juga bisa mendapatkan hidupku kembali.

Satu sukacita, lebih baik mati di dalam Yesus.

Ketika saya tiba-tiba bertekad seperti itu, sebuah cahaya bersinar ke dahi saya, Anda tahu, itu seperti cahaya bulan ... sesuatu bersinar tepat pada tubuh saya.

Dan ada semacam sengatan listrik, sesuatu yang mengalir ke seluruh pembuluh darah saya.

Anda tahu, saya menjadi begitu kuat, seperti ada kekuatan dari suatu tempat, ada energi yang mengalir melalui tubuh saya sehingga saya tidak bisa mengendalikan diri karena ada begitu besar kekuatan dalam tulang-tulang saya.

Saya menarik turun tangan ayah saya seraya berteriak "Yesus".

Ketika saya berteriak, ayah saya jatuh ke tanah.

Ketika ia jatuh dengan pisau yang dia pegang, ada luka besar di dadanya dan ada pendarahan dan ada semacam busa yang keluar dari mulutnya dan dia pun berteriak.

Dan semua orang terkejut: saudara-saudara laki-laki saya dan ibu, serta saudara-saudara perempuan saya.

Mereka tidak tahu apa yang tengah terjadi. Mereka pikir ayah kami sudah meninggal, jadi mereka melarikan ayah ke rumah sakit. Ketika mereka pergi ke rumah sakit mereka lupa untuk mengunci kamarku dari luar.

Dan saya punya energi yang tidak bisa saya ungkapkan karena saya hanya seperti bayi yang baru lahir tanpa makanan berhari-hari, lebih dari 20 hari.

Baru lahir, tetapi dengan kekuatan besar. Jadi saya hanya keluar dengan mengenakan pakaian ayah saya dan berlari ke stasiun taksi untuk langsung keluar naik taksi.

Dalam perjalanan, sopir taksi yang adalah seorang Kristen membelikan saya beberapa permen, jus, dan segala sesuatu karena dia tahu perjuangan saya lalu dia membawa saya ke Potta.

Dan bahkan hingga sekarang sopir taksi itu masih kontak dengan saya, dia adalah teman saya yang sangat baik.

Jadi saya pun pergi ke Potta, pada hari itu saya benar-benar mengerti bahwa Yesus saya masih hidup, bahkan hingga sekarang.

Ketika saya berseru memanggil Dia di saat saya membutuhkan, Dia menyelamatkan saya, yang berarti

Dia hadir di sini bahkan ketika saya berbicara dengan Anda. Jadi itu adalah kehidupan saya.

Di mana-mana saya tahu bahwa Dia selalu hadir. Karena setelah saya pindah agama, selama 18 tahun saya tidak pernah berpikir bahwa kaum Muslim akan membiarkan saya untuk hidup 18 tahun.

Dan saya bahkan telah berkhotbah di Timur Tengah di mana hadir orang-orang Arab tapi tidak terjadi apa-apa.

Jadi ini berarti bahwa Yesus saya masih hidup dan Dia melindungi saya.


By:

Help us to be 'seen' on the internet